Review Jurnal

 Judul Artikel  : Pengaruh  Media Sosial  “Tiktok”  Terhadap Nilai-nilai  Pancasila Di Era Digital

Sumber             : journal.upy.ac.id/


Latar belakang


     Media sosial adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Media sosial banyak menjadi tempat bagi orang-orang untuk menuangkan opininya. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang singkat dan tak terbatas (Putri, Nurwati & Budiarti, 2016). Banyak aplikasi media sosial yang berkembang sekarang ini, salah satunya adalah Tiktok. Aplikasi buatan negeri tirai bambu ini sangat di gemari oleh masyarakat dari segala kalangan usia. Karena kepopuleran ini, tiktok dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

      Pancasila sebagai dasar dan pedoman hidup negara ini patut di jaga dan di taati peraturan-peraturannya. Tiktok sebagai salah satu platform dengan pengguna terbanyak menawarkan banyak konten edukatif yang dapat membuat penontonnya teredukasi. Namun sekarang jika dilihat lagi, keberadaan media sosial tiktok yang awalnya sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sekarang mulai dipertanyakan keselarasannya. Aksi seperti cyberbullying , konten-konten yang berisi provokasi perpecahan, kekerasan, sindir menyindir, dan juga konten yang berisi aksi joget jogetan sensual yang tidak pantas di pertontonkan kepada banyak orang, sangat ramai bersliweran di tiktok. Konten-konten kemudian menunjukkan bahwa tiktok bisa di indikasikan membawa dampak besar terhadap pelunturan nilai nilai pancasila.

Berdasarkan masalah tersebut, latar belakang dari artikel ini yaitu untuk mengukur sejauh mana penggunakan Tiktok memengaruhi pandangan masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.


Tinjaun Pustaka 


Setelah peneliti melakukan telaah terhadap beberapa penelitian, ada beberapa yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang peneliti lakukan. Penelitian yang pertama yang berhasil peneliti temukan adalah penelitian yang dilakukan oleh Putra, M. (2019) dalam artikel yang berjudul Aktivitas Komunikasi Terapeutik Dalam Perawatan Penderita Gangguan Kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru. Didalam artikel ini dijelaskan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam membentuk opini publik dan memengaruhi perilaku masyarakat. Selain itu dalam  artikel penelitian Pancasila, P., Sistem, P., & Surip, N. (2015), Pancasila telah menjadi prinsip moral yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari manusia . Adawiyah (2020) juga mengungkapkan bahwa media sosial sering menjadi tempat tersebarnya tindakan cyberbullying, yang dapat memiliki dampak negatif terutama pada remaja.  Karena hal inilah Purwanti Dewi (2021) menyoroti pentingnya pendidikan kewarganegaraan dalam konteks penggunaan Tiktok, di mana generasi muda perlu memahami nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. 

Tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa kajian tentang pengaruh media sosial, khususnya Tiktok, terhadap nilai-nilai Pancasila masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Studi ini berusaha meningkatkan pemahaman ini dengan melihat bagaimana Tiktok mempengaruhi nilai-nilai Pancasila dalam konteks era digital.


Teori/Konsep

Ada beberapa teori/konsep yang di pakai dalam artikel ini .Pertama ada teori pendekatan pendidikan kewarganegaraan dan pembentukan karakter. Teori ini mengemukakan bahwa orang dapat memahami, menginternalisasi, dan mengaplikasikan nilai-nilai kewarganegaraan, termasuk nilai-nilai Pancasila, melalui pendidikan, baik di sekolah maupun melalui media sosial. Teori ini berfokus pada pentingnya membentuk karakter positif saat menggunakan media sosial seperti Tiktok. Selain itu, di artikel ini juga ditemukan konsep Technology Acceptance Model - TAM, yaitu sebuah model penerimaan teknologi yang diterapkan untuk memahami bagaimana pengguna menerima dan mengadopsi media sosial, khususnya Tiktok. Selain itu, digunakan juga konsep cyberbullying yang menyoroti tindakan intimidasi dan perundungan di dunia maya.


Temuan dan diskusi

Penelitian ini mencapai beberapa kesimpulan penting. Pertama, ditemukan bahwa 91,5% responden menggunakan media sosial Tiktok, dan sebagian besar menghabiskan waktu antara dua dan empat jam setiap hari. Ini menunjukkan penggunaan besar Tiktok di kalangan responden. Selain itu, sekitar 70,2% orang yang menjawab mengatakan bahwa penggunaan media sosial dapat mengurangi upaya kerja mereka, menunjukkan bahwa Tiktok mungkin memengaruhi produktivitas.


Diskusi :


Didalam artikel ini, media sosial tiktok adalah media sosial yang dipilih untuk dijadikan objek penelitian. Artikel ini ingin menyoroti keterkaitan antara nilai nilai pancasila dengan banyaknya konten konten di platform ini,dimana tidak hanya di selimuti oleh hal-hal positif namun juga hal hal negatif.  Hal positif yang diberikan berupa konten konten edukatif yang membuat banyak penontonnya menjadi lebih teredukasi, memberikan pemahaman dan informasi yang gampang diakses kepada masyarakat, juga memperkuat nilai-nilai Pancasila seperti persatuan Indonesia dan kemanusiaan yang adil. Namun konten berbalut hal negatif juga tidak kalah banyak. Bentuknya berupa konten yang berisi provokasi perpecahan, kekerasan, sindir menyindir, dan juga aksi joget jogetan sensual yang disebar begitu saja ke publik, Selain itu, kasus cyberbullying juga terdeteksi exist di platform ini (21,3% responden pernah mendapatkan komentar negatif ). Ini menunjukkan bahwa Tiktok memiliki kekuatan untuk menjadi platform yang dapat merusak prinsip-prinsip Pancasila, terutama nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Sekitar 59,6% responden yang di jadikan sumber data dari artikel ini juga menyatakan bahwa Tiktok tidak cocok untuk semua kalangan usia. Oleh karena itulah, pengawasan dan pendampingan orangtua dalam hal ini diperlukan. Hal ini dilakukan agar anak tidak terkontaminasi oleh hal hal negatif yang ditemukannya ditiktok dan kemudian melunturkan sikap cintanya terhadap norma-norma dan keluhuran nilai-nilai pancasila.  

Literasi media adalah solusi yang di temukan di artikel ini untuk mengatasi dampak negatif dari media sosial tiktok .Melakukan upaya untuk meningkatkan literasi media pengguna Tiktok juga dilakukan untuk membantu mereka menyaring dan menilai konten dengan lebih kritis, mengurangi efek negatif, dan meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai Pancasila.


Kesimpulan


 Dari pembahasan di atas dapat simpulkan jika, penelitian ini menekankan pada kompleksitas dampak dari media sosial Tiktok yang kemudian mempengaruhi nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila; karena itulah diperlukan pendekatan holistik yang melihat literasi media, pendidikan kewarganegaraan, dan peran aktif orang tua dalam mengarahkan anak-anak mereka untuk menggunakan media sosial.


Rekomendasi


Penelitian ini memberikan beberapa saran untuk mengatasi dampak penggunaan Tiktok di media sosial terhadap nilai-nilai Pancasila. Pertama, perlu ada program untuk meningkatkan literasi media, terutama bagi pengguna Tiktok. Hal ini diharapkan dapat membantu pengguna menyaring konten, menemukan risiko, seperti pelecehan online, dan memahami nilai-nilai Pancasila dalam apa yang mereka lihat. Kedua, peran orang tua sangat penting untuk memantau apa yang dilakukan anak-anak di Tiktok, termasuk menetapkan batasan usia dan memantau apa yang mereka konsumsi juga diperlukan. Ketiga, orang yang membuat konten harus dididik tentang etika bermedia sosial dan bagaimana konten tersebut berdampak pada prinsip Pancasila. Diharapkan bahwa inisiatif ini mendorong pembuatan konten yang lebih edukatif dan mendukung nilai-nilai positif. Keempat, perlu bekerja sama dengan pihak berwenang, seperti lembaga pemerintah dan lembaga pendidikan, untuk mengembangkan pedoman dan regulasi yang lebih ketat terkait konten di Tiktok. Kelima, promosi konten positif yang mendukung nilai-nilai Pancasila dapat membantu menciptakan lingkungan media sosial yang lebih positif. Terakhir, pendidikan kewarganegaraan yang mengacu pada nilai-nilai Pancasila dapat membantu meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial pengguna Tiktok. Diharapkan bahwa saran-saran ini akan digunakan secara efektif untuk meningkatkan penggunaan media sosial Tiktok untuk mendukung dan memperkuat nilai-nilai Pancasila.


By : Andinny Gorantokan

Komentar

Postingan Populer